Wanita Malaysia - Indonesia




















2 minggu yang lepas aku bersama abangku telah menjejakkan kaki ke Bandar jakarta selama beberapa hari atas urusan perniagaan, sewaktu di dalam flight aku sempat mendengar perbualan pasangan adik beradik dari Indonesia yang sedikit terkilan dengan Malaysia dan Indonesia…

“Menurut kamu Sar, enakan di Malaysia atau di Jakarta, Indonesia,” demikian Ihsan bertanya kepada adiknya, Sarah, yang keduanya mendapat beasiswa di Malaysia. Sambil mengunyah roti canai yang dibumbui kuah kare pekat dengan rempah yang begitu banyak, Sarah menjawab, ”Yaa Jakartalah... sayang Jakarta selalu banjir, kasihan orang yang rumahnya berada di tempat rendah, kalau hujan lebat pasti ketakutan ranjang bayinya tenggelam. Jakarta lebih enak, karena apa-apa ada, dari tukang pijit, teh botol, mie ayam, soto madura, semuanya ada, juga mau ngapain aja dan pergi kemana saja mudah, karena banyak kendaraan lalu lalang diimana-mana.” Demikian Sarah melanjutkan.

Cuma kalo disini, Malaysia, enaknya jalan tol besar-besar dan pendidikan lebih disiplin, serta suasana belajar anak-anaknya lebih baik daripada di jakarta, imbuh Ihsan.” Ya kan Sar...
Sambil menghirup teh susu hangatnya, Ihsan menambahkan, ”hmmm... menurut kamu artis-artisnya bagusan Indonesia atau Malaysia?” Masa, si Rosyid, kawanku orang Malaysia, bilang begini ”Ihsan, awak cakap jujur yee... lawa (cantik-red) mana, artis Indonesia atau artis Malaysia?” demikian Ihsan menirukan gaya Rosyid yang melayunya medok tenan.

“Glugg,” terselak Sarah menyaksikan lagak dan gaya Ihsan yang menirukan Rosyid, kawannya yang memang bangga betul menjadi orang Malaysia, yang kerap kali bertanya dan membanding-bandingkan kondisi di Malaysia dan Indonesia.

“Aduuh, Bang Ihsan ni... kalau aku lagi makan jangan ngomong yang aneh-aneh dong, keselak ni, minta minumnya dong...” omel Sarah sambil meraih teh susu Ihsan yang tinggal separuh.
“Jawab Sar pertanyaanku tadi, cantik mana artis Malaysia atau Indonesia?,” desak Ihsan tak sabar.

“Tunggu, aku minum dulu, “setelah menyelesaikan hampir 3 teguk teh susu, Sarah menjawab, “Yaa, cantik Indonesialah, karena artis Indonesia kan kebanyakan berwajah indo, lalu campuran antara wajah cina denagn melayu, juga campuran dari berbagai provinsi. Jadi kalau di Malaysia kebanyakan orang melayu, wajahnya itu wajah melayu banget, Cuma bajunya itu lho, kalau artis Indonesia terlalu terbuka, dan gayanya suka kurang sopan, kalau artis Malaysia lebih sopan.

Pakai bajunya lebih tertutup, disini juga (Malaysia) perempuan yang berpakaian terbuka kebanyakan non-muslim. Kalau muslimahnya sebagian besar menggunakan baju yang sopan serta memperhatikan hijab, selain itu mereka pake baju kurung kalo pergi kemana-mana, jadi agak sopan dan tertutup. Kalau soal itu sih, lebih bagus artis Malaysialah...!! papar Sarah seperti ustadzah.

Ihsan mengangguk-angguk meng-iyakan,”betul juga kamu Sar, kalau begitu aku juga sama sih pikirannya soal wajah, memang cantikkan wanita indonesia, tapi kalau soal baju, di Indonesia lebih berani ya, dibandingkan disini”.

“Iya, bang... aku juga bingung, dan ada satu perbedaan penting lagi nih antara wanita Indonesia dengan wanita Malaysia, yaitu wanita Indonesia banyak yang bekerja di Malaysia sebagai pembantu di rumah orang, namun wanita Malaysia tidak ada yang kerja jadi pembantu di Indonesia. Iya kan, makanya ada yang namanya TKW atau TKI (tenaga kerja wanita atau tenaga kerja Indonesia), namun tak ada TKM (tenaga kerja Malaysia) ya kan bang???” Dengan sengau Sarah menunduk sedih, “miris ya bang, coba gak ada TKI wanita yang dikirim ke Malaysia, pasti mereka tidak menganggap rendah wanita bangsa Indonesia.”

“iya yaa... wanita harusnya di rumah, ingat gak,
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. [QS. Al-Ahzab (33) : 33 ]
“Boro-boro wanita berdiam diri di rumah, eh ini malah meninggalkan rumah, bahkan meninggalkan negaranya lagi... ya Allah, bila waktu untuk kami banyak dan banyak lagi, beri kami waktu untuk membenahi negeri ini dan jangan matikan kami sebelum kami mampu mengangkat derajat wanita Indonesia agar tidak ada lagi yang dikirim keluar negeri untuk menjadi TKW di negari orang,” doa Ihsan sungguh-sungguh.

“Amiinnn.... Sarah, adiknya yang baru berusia 18 tahun, pada bulan rajab ini pun, mengaminkan dengan serius pula, semoga malaikat yang mendengar doa mereka mengaminkan dengan sungguh-sungguh dan serius juga, agar dikabulkan oleh Allah Yang Maha kuasa.

“Bangkitlah negeriku... harapan itu masih ada "
0 ulasan:

sahabat